Sabtu, 05 Juni 2010

GANGGUAN ELIMINASI ENKOPRESIS

Pola pengeluaran feses di tempat yang tidak sesuai, terlepas apakah pengeluarannya adalah tidak disadari atau disengaja dalam DSM IV disebut sebagai enkopresis.
ETIOLOGI
• Tidak adanya latihan toilet (toilet training) yang tepat atau latihan yang tidak adekuat dapat memperlambat pencapaian kontinensia anak.
• Tetapi banyak anak enkopretik tidak memiliki masalah perilaku. Jika masalah perilaku terjadi, itu adalah akibat sosial pengeluaran kotoran.
• Enkopresis mungkin disertai dengan masalah perkembangan neurologi lain, termasuk distraksibilitas yang mudah, rentang atensi yang pendek, toleransi frustasi yang rendah, hiperaktivitas, dan koordinasi yang buruk. Kadang-kadang anak memiliki ketakutan khusus dalam menggunakan toilet. Enkopresis mungkin dicetuskan oleh peristiwa kehidupan, seperti kelahiran adik atau pindah ke rumah baru (sebagai media untuk protes).
DIAGNOSIS DAN GAMBARAN KLINIS
• Jika feses keluar di tempat yang tidak semestinya secara teratur (sekurangnya sekali sebulan) selama tiga bulan.
• Mungkin ditemukan pada anak-anak yang memiliki kontrol usus dan dengan sengaja mengumpulkan fesenya didalam pakaian atau di tempat lain karena berbagai alasan emosional.
• Pada beberapa kasus anak mungkin tidak menunjukkan kendali yang adekuat terhadap otot sfingter, baik karena anak terlibat dalam aktifitas lain atau karena anak tidak menyadari prosesnya.
TERAPI
Psikoterapi adalah berguna meredakan ketegangan keluarga, mengobati reaksi anak enkopretik terhadap gejala mereka (seperti perasaan rendah diri dan isolasi sosial).

Tidak ada komentar: